Jakarta,16 Agustus 2026. Merupakan pidato yang memberikan arah cukup jelas mengenai pembangunan nasional, kemandirian pangan dan energi, industrialisasi, pendidikan, kesehatan, serta penguatan ekonomi rakyat.
Pemerintah juga menyampaikan bahwa selama 21 bulan pemerintahan telah dijalankan 121 kebijakan transformatif.
Namun, ORI berpandangan bahwa keberhasilan pemerintah tidak cukup diukur dari banyaknya kebijakan dan besarnya anggaran, melainkan dari seberapa nyata kebijakan tersebut memperbaiki kehidupan rakyat.
1. Pertumbuhan ekonomi harus benar-benar dirasakan rakyat.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027, lebih tinggi dari target APBN 2026 sebesar 5,4%.
Pada semester I 2026, ekonomi Indonesia telah tumbuh 5,45%.
RAPBN 2027 juga menetapkan belanja negara Rp4.097,2 triliun, pendapatan Rp3.426 triliun, dan defisit 2,40% PDB.
Sumber: Antara News Jawa Timur.
Catatan OI: target 6% patut diapresiasi, tetapi pertumbuhan harus bersifat inklusif, bukan hanya meningkatkan PDB.
Ukuran keberhasilan harus terlihat pada kenaikan pendapatan pekerja, penciptaan pekerjaan berkualitas, daya beli masyarakat, UMKM, petani, nelayan, dan pengurangan ketimpangan.
2. Kemiskinan memang turun, tetapi masih 22,93 juta orang
Data terbaru BPS menunjukkan kemiskinan Maret 2026 sebesar 8,07% atau 22,93 juta orang, turun 0,40 poin persentase dibanding Maret 2025.
Ini merupakan perkembangan positif yang harus diapresiasi.
Tetapi ORI mengingatkan bahwa 22,93 juta rakyat masih berada di bawah garis kemiskinan.
Karena itu target pemerintah menurunkan kemiskinan menjadi 6,0–6,5% pada 2027 harus disertai strategi yang terukur dan transparan.
Sumber:detikfinance
ORI mendorong pemerintah tidak hanya memberikan bantuan, tetapi memperkuat lapangan kerja, upah layak, pendidikan, kesehatan, perumahan, perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi rakyat.
3. Ketimpangan menjadi perhatian serius
Ini salah satu catatan penting ORI.
BPS mencatat Gini Ratio Maret 2026 sebesar 0,368, naik dari 0,363 pada September 2025, meskipun masih lebih rendah dibanding 0,375 pada Maret 2025.
Sumner:Badan Pusat Statistik Indonesia
Sementara pemerintah menargetkan Gini Ratio 2027 menjadi 0,362–0,367.
Sumner:Antara News Jawa Timur
Artinya, pemerintah harus memastikan pertumbuhan ekonomi tidak semakin terkonsentrasi pada kelompok yang sudah kuat. Kekayaan alam Indonesia harus menghasilkan pemerataan manfaat bagi rakyat, bukan hanya keuntungan bagi pemilik modal.
4. Masalah pekerjaan bukan hanya angka pengangguran
TPT Indonesia pada Mei 2026 tercatat 4,65%, dengan penduduk bekerja 148,19 juta orang dan rata-rata upah buruh Rp3,39 juta per bulan.
Sumber:Badan Pusat Statistik Indonesia
ORI menilai angka pengangguran yang menurun merupakan hal positif.
Namun, pemerintah harus melihat persoalan yang lebih dalam: kualitas pekerjaan, pekerja informal, outsourcing, PKWT, upah, jaminan sosial, keselamatan kerja, dan kepastian hubungan industrial.
Karena itu, ORI mendukung percepatan pembentukan UU Ketenagakerjaan yang benar-benar memberikan kepastian bagi pekerja sekaligus kepastian bagi dunia usaha.
5. MBG harus dikawal dengan prinsip gizi, transparansi dan ekonomi rakyat
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu agenda besar pemerintah. Dalam Nota Keuangan APBN 2026, alokasi MBG melalui K/L tercatat Rp268 triliun, sedangkan kebutuhan untuk target 82,9 juta penerima manfaat diperkirakan mencapai Rp335 triliun.
Anggaran Kemenkeu
ORI mendukung tujuan MBG, tetapi meminta program tersebut dikawal ketat agar:
- tepat sasaran;
- memenuhi standar gizi;
- aman dan higienis;
- transparan dalam pengadaan;
- tidak menjadi ladang korupsi; melibatkan petani, nelayan, peternak, UMKM dan koperasi lokal;
- serta memiliki mekanisme pengawasan publik.
MBG harus menjadi program peningkatan kualitas manusia sekaligus penggerak ekonomi rakyat.
6. Kemandirian pangan harus sampai kepada petani
Presiden menekankan kemandirian pangan sebagai bagian penting pembangunan nasional.
Sumber:Sekretariat Negara
ORI mendukung arah tersebut. Namun indikator keberhasilannya jangan hanya produksi pangan meningkat, tetapi juga harus dilihat dari:
- harga yang terjangkau bagi konsumen
- harga yang menguntungkan petani
- berkurangnya ketergantungan impor
- meningkatnya kesejahteraan petani.
Petani jangan hanya diminta meningkatkan produksi, tetapi harus memperoleh kepastian pasar, pupuk, benih, teknologi, pembiayaan, irigasi dan harga yang adil.
7. Disiplin fiskal harus berjalan bersama perlindungan rakyat
RAPBN 2027 menaikkan belanja negara menjadi Rp4.097,2 triliun, sementara defisit ditargetkan turun menjadi 2,40% PDB dari 2,68% pada APBN 2026.
Sumbee:Antara News Jawa Timur
ORI menilai disiplin fiskal adalah hal positif.
Tetapi semakin besar APBN, semakin besar pula tuntutan transparansi, efisiensi dan pemberantasan kebocoran anggaran.
Setiap rupiah uang rakyat harus menghasilkan manfaat nyata.
Sikap Sekjen ORI
ORI tidak berada pada posisi untuk sekadar memuji atau menolak pemerintah.
ORI berada pada posisi rakyat: mendukung kebijakan yang benar, mengkritisi kebijakan yang perlu diperbaiki, dan mengawal pelaksanaannya agar benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat.
Karena itu, Sekjen ORI menyampaikan:
“Kami mengapresiasi arah pembangunan yang disampaikan Presiden Prabowo. Namun kami mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan pemerintahan bukan hanya pertumbuhan ekonomi, besarnya APBN, atau jumlah kebijakan yang telah dibuat.
Ukuran utamanya adalah apakah rakyat semakin mudah mendapatkan pekerjaan, memperoleh upah yang layak, mendapatkan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas, terlindungi jaminan sosial, harga kebutuhan pokok terjangkau, serta apakah ketimpangan dan kemiskinan benar-benar berkurang.”
ORI juga menyerukan agar pemerintah memperkuat pemberantasan korupsi, memperbaiki tata kelola pemerintahan, membuka data publik, memperkuat pengawasan masyarakat, dan memastikan pembangunan ekonomi tidak meninggalkan rakyat kecil.
Kesimpulan ORI: dukung arah kebijakan yang berpihak kepada rakyat, kritisi pelaksanaan yang menyimpang, dan kawal pemerintah secara konstruktif.
Rakyat tidak membutuhkan sekadar janji dan angka yang indah. Rakyat membutuhkan hasil yang nyata dalam kehidupan
Terimakasih
Ferri Nuzarli
Sekjen
