
ORI Mengajak Seluruh Pengurus dan Kader Melanjutkan Semangat Kemerdekaan melalui Pengabdian Nyata
Jakarta, 18 Agustus 2026 — Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia telah berlangsung dengan penuh semangat, kebanggaan, dan rasa cinta terhadap Tanah Air. Namun, Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) menegaskan bahwa perjuangan membangun bangsa tidak boleh berhenti setelah rangkaian upacara dan perayaan selesai dilaksanakan.
Bagi ORI, kemerdekaan bukan hanya peristiwa bersejarah yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus. Kemerdekaan harus diwujudkan dalam kehidupan masyarakat melalui hadirnya keadilan, kesejahteraan, kepastian hukum, pendidikan yang layak, pelayanan kesehatan yang merata, serta kesempatan kerja yang manusiawi.
Kemerdekaan harus dirasakan oleh petani melalui harga hasil panen yang adil dan kepastian penyerapan produksi. Nelayan harus memperoleh perlindungan, sarana pendukung, serta harga hasil tangkapan yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Para pekerja dan buruh juga harus mendapatkan kepastian kerja, upah yang layak, jaminan sosial, serta perlindungan dari tindakan diskriminatif dan pemutusan hubungan kerja secara sewenang-wenang.
Sementara itu, masyarakat kurang mampu, lanjut usia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan warga yang tinggal di daerah terpencil serta kepulauan harus memperoleh pelayanan kesehatan, pendidikan, dan administrasi pemerintahan secara mudah dan setara.
Kemerdekaan Harus Menghadirkan Keadilan
Organisasi Rakyat Indonesia memandang bahwa kemerdekaan belum sepenuhnya dirasakan apabila masih terdapat masyarakat yang kesulitan memperoleh pelayanan kesehatan, anak-anak yang terhambat mendapatkan pendidikan, pekerja yang tidak memperoleh kepastian kerja, petani yang merugi saat panen, serta masyarakat yang kehilangan hak akibat lemahnya perlindungan hukum.
“Setelah perayaan selesai, saatnya kita kembali bekerja dan bergerak bersama rakyat. Kemerdekaan sejati adalah ketika seluruh rakyat Indonesia dapat hidup secara adil, sejahtera, aman, dan bermartabat.”
Oleh karena itu, ORI mengajak pemerintah pusat dan daerah, lembaga negara, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, serta seluruh elemen bangsa untuk menjadikan semangat kemerdekaan sebagai kekuatan dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.
ORI Mengajak Kader Turun Mendengarkan Rakyat
ORI juga mengajak seluruh pengurus dan kader di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, hingga desa untuk terus hadir di tengah-tengah masyarakat.
Pengurus dan kader ORI diharapkan tidak hanya menunggu laporan, tetapi aktif turun ke lapangan, mendengarkan keluhan masyarakat, mencatat persoalan yang dihadapi, memberikan pendampingan, serta memperjuangkan penyelesaiannya melalui cara yang konstitusional.
Setiap persoalan rakyat harus ditangani dengan mengedepankan musyawarah, kepastian hukum, persatuan, dan kepentingan masyarakat. ORI berkomitmen menjadi rumah perjuangan yang terbuka bagi seluruh rakyat tanpa membedakan suku, agama, golongan, profesi, maupun latar belakang sosial.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia harus menjadi titik awal untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan pengabdian. Semangat merah putih harus diterjemahkan menjadi program serta tindakan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Perjuangan belum selesai selama masih ada rakyat yang hidup dalam kemiskinan, ketidakadilan, ketidakpastian kerja, keterbatasan pendidikan, kesulitan memperoleh pelayanan kesehatan, dan tidak mendapatkan perlindungan atas hak-haknya.
Setelah perayaan, saatnya seluruh elemen bangsa kembali bekerja. Bukan hanya berbicara tentang kemerdekaan, tetapi menghadirkan kemerdekaan dalam kehidupan nyata.
ORI Bersatu, ORI Bergerak, ORI Berjuang untuk Rakyat Indonesia!