RILIS RESMI ORGANISASI RAKYAT INDONESIA
ORI: PERNYATAAN KAPOLRI SIAP TURUN BERSAMA BURUH MENJADI PESAN KUAT BAGI PERLINDUNGAN PEKERJA.

Jakarta, 25 Agustus 2026 — Sekretaris Jenderal Organisasi Rakyat Indonesia (ORI), Ferri Nuzarli, S.E., S.H., menilai pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengenai kesiapannya turun memimpin demonstrasi bersama buruh setelah pensiun merupakan pesan penting bagi keberlanjutan perlindungan pekerja di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Listyo Sigit Prabowo dalam agenda Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di Surabaya pada 21 Agustus 2026. Ia menyatakan bahwa apabila setelah dirinya pensiun Desk Ketenagakerjaan Polri tidak berjalan optimal, dirinya siap turun dan memimpin demonstrasi bersama kaum buruh.
Menurut Ferri Nuzarli, pernyataan tersebut tidak hanya menarik perhatian publik, tetapi juga harus dimaknai sebagai bentuk penegasan bahwa komitmen Polri dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan harus terus berlanjut, sekalipun terjadi pergantian kepemimpinan di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia.
“Pernyataan Kapolri harus dipahami sebagai pesan kuat kepada jajaran Polri dan kepemimpinan berikutnya bahwa perlindungan terhadap pekerja tidak boleh berhenti karena pergantian pejabat. Desk Ketenagakerjaan Polri harus terus diperkuat dan bekerja secara nyata dalam membantu menyelesaikan pengaduan serta persoalan hubungan industrial,” ujar Ferri Nuzarli.
Sebelumnya, pada Juni 2026, Listyo Sigit Prabowo juga pernah menyampaikan secara berseloroh bahwa setelah tidak lagi menjabat sebagai Kapolri, dirinya ingin menjadi aktivis dan bergantian melakukan demonstrasi. Selama menjabat, ia mengaku lebih sering berada pada posisi menghadapi dan mengamankan berbagai aksi penyampaian pendapat.
Ferri menjelaskan, pernyataan tersebut setidaknya mengandung lima pesan penting bagi dunia ketenagakerjaan dan gerakan rakyat.
Pertama, perlindungan terhadap buruh harus menjadi kebijakan yang berkelanjutan dan tidak bergantung pada siapa yang sedang menjabat sebagai Kapolri.
Kedua, Desk Ketenagakerjaan Polri harus bekerja secara optimal, profesional, dan berorientasi pada penyelesaian masalah, terutama dalam menerima pengaduan serta membantu mencegah terjadinya pelanggaran hak-hak pekerja.
Ketiga, demonstrasi merupakan bagian dari hak konstitusional warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum, sepanjang dilaksanakan secara tertib, damai, bertanggung jawab, dan sesuai dengan ketentuan hukum.
Keempat, kesiapan seorang Kapolri untuk turun bersama buruh setelah pensiun menunjukkan bahwa aspirasi pekerja harus didengar dan dihormati. Kaum buruh tidak boleh hanya dipandang sebagai kelompok yang perlu diamankan ketika menggelar aksi, melainkan sebagai bagian penting dari kekuatan ekonomi dan demokrasi bangsa.
Kelima, pernyataan tersebut harus menjadi momentum untuk membangun hubungan yang semakin dialogis, humanis, dan konstruktif antara Polri, serikat pekerja, organisasi rakyat, pemerintah, serta kalangan pengusaha.
“Polri tidak cukup hanya hadir ketika terjadi demonstrasi. Polri juga harus ikut mendorong pencegahan konflik, membuka ruang dialog, menerima pengaduan pekerja, dan membantu memastikan setiap persoalan ketenagakerjaan diselesaikan secara adil serta sesuai hukum,” tegasnya.
ORI mengapresiasi setiap langkah yang memperkuat perlindungan terhadap buruh. Namun, ORI juga mengingatkan agar pernyataan tersebut dibuktikan melalui keberlanjutan kebijakan, penguatan kelembagaan, serta kerja nyata Desk Ketenagakerjaan Polri di tingkat pusat maupun daerah.
Ferri menambahkan bahwa berbagai persoalan pekerja—mulai dari pemutusan hubungan kerja, upah, hak normatif, pemberangusan serikat pekerja, jaminan sosial, hingga perselisihan hubungan industrial—membutuhkan penyelesaian yang cepat, adil, dan berpihak pada ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Buruh adalah rakyat Indonesia yang bekerja, menggerakkan perekonomian, dan menghidupi keluarganya. Karena itu, setiap aspirasi dan persoalan buruh harus ditangani secara serius. ORI siap menjadi bagian dari kekuatan rakyat yang mendorong terciptanya hubungan industrial yang berkeadilan dan bermartabat,” pungkas Ferri Nuzarli.
Ferri Nuzarli, S.E., S.H.
Sekretaris Jenderal Organisasi Rakyat Indonesia
ORI Bersatu, ORI Bergerak, ORI Berjuang untuk Rakyat Indonesia.