Sorry, we're closed Opens Senin at 09:00

Jakarta, 16 September 2026 — Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) mengajak pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca kering, kebakaran hutan dan lahan, serta ancaman asap yang dapat mengganggu kesehatan dan kehidupan masyarakat.

Berdasarkan prakiraan BMKG periode 15–21 September 2026, kondisi atmosfer kering mendominasi sebagian wilayah Indonesia. Keadaan tersebut berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, mengurangi ketersediaan air, serta memengaruhi aktivitas pertanian dan ketahanan pangan masyarakat.

Sekretaris Jenderal Organisasi Rakyat Indonesia, Ferri Nuzarli, S.E., S.H., dalam naskah pernyataan ORI menegaskan:

“Kekeringan dan kebakaran hutan bukan hanya persoalan lingkungan. Dampaknya langsung dirasakan rakyat melalui kesulitan air bersih, gangguan kesehatan, rusaknya lahan pertanian, dan terancamnya penghasilan para pekerja serta petani.”

ORI mendorong pemerintah mengambil langkah nyata:

  1. Menjamin ketersediaan dan distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak.
  2. Memperkuat patroli serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
  3. Menyediakan perlindungan kesehatan bagi warga yang terdampak asap.
  4. Membantu petani menghadapi kekeringan dan risiko gagal panen.
  5. Menindak tegas pembakaran lahan yang dilakukan dengan sengaja.
  6. Membuka informasi titik api, kualitas udara, dan penanganan bencana secara transparan.
  7. Melibatkan organisasi masyarakat dan warga dalam pencegahan serta pengawasan.

ORI menegaskan bahwa keselamatan rakyat dan perlindungan lingkungan harus ditempatkan di atas kepentingan ekonomi jangka pendek. Pencegahan harus dilakukan sejak dini—jangan menunggu api meluas, asap menyesakkan, dan rakyat kehilangan sumber penghidupan.

ORI Bersatu, ORI Bergerak, ORI Berjuang untuk Rakyat Indonesia.

Tinggalkan Balasan