Sorry, we're closed Opens Senin at 09:00

Jakarta, Rabu, 23 September 2026 — Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) menyerukan penanganan menyeluruh terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Pemadaman api harus berjalan beriringan dengan perlindungan warga, petugas, dan relawan.

Dalam laporan yang diterbitkan pada 23 September, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa penanganan di Kapuas diperkuat melalui pemadaman darat, koordinasi lintas sektor, dan pembaruan data lapangan. Keterbatasan akses ke lokasi kebakaran serta asap yang mengganggu jarak pandang menjadi tantangan operasi. BNPB juga menyebut lahan gambut yang telah dipadamkan masih berpotensi terbakar kembali sehingga perlu pemantauan berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Kapuas turut melaporkan kekeruhan dan peningkatan kadar garam pada sumber air baku. Menurut BNPB, kondisi ini berpotensi mengganggu ketersediaan air bersih warga. BNPB mempertimbangkan dukungan mobil tangki dan pengolahan air.

ORI meminta seluruh pihak terkait memperkuat pemadaman dan memastikan petugas memiliki alat pelindung yang memadai. Di tengah potensi paparan asap, warga perlu mendapatkan informasi kualitas udara yang mudah dipahami, masker, akses layanan kesehatan, serta pasokan air bersih. Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga dengan gangguan pernapasan memerlukan perhatian khusus.

ORI juga mendorong penyelidikan penyebab kebakaran secara terbuka. Apabila ditemukan pelanggaran, penindakan perlu dilakukan sesuai hukum yang berlaku.

“Padamkan api, lindungi rakyat. Keselamatan warga dan petugas harus menjadi prioritas.”

ORI Bersatu, ORI Bergerak, ORI Berjuang untuk Rakyat Indonesia.

Sumber fakta: BNPB, “BNPB Perkuat Penanganan Karhutla di Kabupaten Kapuas,” 23 September 2026. Seruan dan penilaian dalam buletin ini merupakan sikap redaksional ORI, bukan kutipan pejabat BNPB.

Tinggalkan Balasan