Sorry, we're closed Opens Senin at 09:00

HARGA PANGAN TERTEKAN, RAKYAT JANGAN DIBIARKAN MENANGGUNG BEBAN SENDIRI

JAKARTA — 5 September 2026, Kemarau panjang dan masa paceklik kembali menjadi perhatian serius karena berpotensi menekan produksi pertanian sekaligus meningkatkan risiko kenaikan harga pangan dan kebutuhan pokok masyarakat.

Sekretaris Jenderal Organisasi Rakyat Indonesia (ORI), Ferri Nuzarli, S.E., S.H., menegaskan bahwa tekanan harga pangan tidak boleh sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat. Negara harus hadir memastikan kebutuhan dasar rakyat tetap tersedia dengan harga yang wajar dan terjangkau.

“Pangan bukan sekadar komoditas perdagangan. Pangan adalah kebutuhan dasar dan hak rakyat. Karena itu, ketika terjadi tekanan harga, rakyat tidak boleh dibiarkan menanggung bebannya sendiri.”

ORI mengapresiasi langkah pemerintah dalam mempercepat bantuan pangan bagi masyarakat rentan sebagai upaya mengantisipasi dampak tekanan harga. Namun, menurut ORI, bantuan tersebut harus berjalan beriringan dengan pengawasan distribusi, penguatan cadangan pangan nasional, serta perlindungan terhadap petani dan konsumen.

ORI MENDORONG LANGKAH KONKRET PEMERINTAH

Untuk menjaga stabilitas pangan dan melindungi masyarakat, ORI mendorong pemerintah untuk:

✅ Menjamin ketersediaan beras dan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.

✅ Memastikan bantuan pangan tepat sasaran sehingga benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

✅ Melindungi petani agar memperoleh harga hasil produksi yang layak, tanpa membuat konsumen harus menanggung harga yang terlalu tinggi.

✅ Memperkuat cadangan pangan nasional sekaligus memastikan distribusi berjalan lancar hingga ke daerah terpencil.

✅ Memperketat pengawasan terhadap praktik penimbunan, permainan distribusi, dan spekulasi yang dapat memperburuk tekanan harga pangan.

KETAHANAN PANGAN HARUS DIRASAKAN RAKYAT

Ferri Nuzarli menilai bahwa ketahanan pangan tidak cukup hanya diukur dari besarnya stok atau ketersediaan pangan secara nasional.

Menurut ORI, ketahanan pangan harus memastikan pangan tersedia, terjangkau, berkualitas, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Kita tidak boleh hanya berbicara tentang pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi harus diterjemahkan menjadi kesejahteraan yang benar-benar dirasakan rakyat, termasuk melalui akses terhadap pangan yang cukup dan terjangkau.”

ORI juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan petani sebagai produsen dan masyarakat sebagai konsumen. Petani harus mendapatkan harga yang layak atas hasil produksinya, sementara masyarakat harus mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang tidak membebani daya beli.

PETANI SEJAHTERA, RAKYAT TERLINDUNGI

ORI berpandangan bahwa kebijakan pangan harus menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas. Pemerintah, pelaku usaha, distributor, dan seluruh pemangku kepentingan harus bersama-sama menjaga agar gejolak harga tidak berkembang menjadi beban sosial dan ekonomi yang lebih besar.

Petani sejahtera.

Konsumen terlindungi.

Pangan tersedia dan terjangkau.

ORGANISASI RAKYAT INDONESIA

ORI HADIR UNTUK RAKYAT.

ORI BERSATU, ORI BERGERAK, ORI BERJUANG UNTUK RAKYAT INDONESIA.

Tinggalkan Balasan