EL NIÑO SANGAT KUAT, RAKYAT JANGAN DIBIARKAN MENANGGUNG DAMPAK SENDIRI

Jakarta, 25 Agustus 2026 — Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) mengingatkan pemerintah pusat dan daerah agar segera memperkuat langkah mitigasi serta perlindungan masyarakat menghadapi El Niño sangat kuat yang berdampak pada meluasnya musim kemarau, kekeringan, krisis air bersih, dan kebakaran hutan serta lahan.
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 24 Agustus 2026, nilai anomali suhu muka laut di wilayah Nino 3.4 menunjukkan El Niño dengan intensitas sangat kuat. BMKG mencatat sebanyak 79,9 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.
Peringatan dini kekeringan meteorologis dengan klasifikasi awas juga berlaku untuk sebagian besar wilayah Pulau Jawa dan Nusa Tenggara serta sebagian kecil Kalimantan Selatan dan Maluku. Kondisi ini harus menjadi perhatian serius karena kekeringan bukan hanya persoalan cuaca, tetapi juga dapat mengancam pemenuhan kebutuhan dasar dan kehidupan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 10.364 warga di Kabupaten Malang, Jawa Timur, terdampak kesulitan air bersih. Untuk membantu masyarakat, hingga 23 Agustus 2026 telah disalurkan sebanyak 363.800 liter air bersih ke sejumlah wilayah terdampak.
Pada saat bersamaan, kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di berbagai daerah, antara lain Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Papua Tengah, Kalimantan Timur, Maluku Utara, Jawa Timur, dan Aceh. Kondisi panas, angin kencang, serta semak dan ilalang yang mengering meningkatkan risiko meluasnya kebakaran.
ORI: Negara Harus Hadir Melindungi Rakyat
Organisasi Rakyat Indonesia menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh dibiarkan menghadapi dampak El Niño seorang diri. Negara harus hadir melalui kebijakan yang cepat, terukur, dan berpihak kepada masyarakat, terutama kelompok rentan dan warga yang menggantungkan kehidupannya pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, serta pekerjaan di luar ruangan.
ORI mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk:
- Menjamin ketersediaan dan distribusi air bersih bagi seluruh masyarakat terdampak kekeringan.
- Menyiapkan cadangan pangan, fasilitas penyimpanan air, sumur darurat, dan sarana distribusi air hingga tingkat desa.
- Memberikan perlindungan serta bantuan kepada petani yang menghadapi kekurangan air, penurunan produksi, dan ancaman gagal panen.
- Melindungi pekerja luar ruangan dari paparan panas ekstrem dan kabut asap melalui pengaturan waktu kerja, penyediaan air minum, serta alat pelindung yang memadai.
- Memperkuat pelayanan kesehatan bagi anak-anak, ibu hamil, lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat dengan penyakit pernapasan.
- Meningkatkan patroli, kesiapsiagaan, serta penegakan hukum terhadap pembakaran hutan dan lahan.
- Membuka posko pengaduan dan layanan darurat yang mudah diakses masyarakat di daerah rawan kekeringan dan karhutla.
ORI juga mengajak seluruh masyarakat menggunakan air secara hemat, tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api.
Krisis iklim dan kekeringan harus ditangani melalui kerja bersama, tetapi tanggung jawab utama untuk menjamin keselamatan dan kebutuhan dasar rakyat tetap berada di tangan negara.
Kekeringan mengancam air bersih, kesehatan, pangan, pekerjaan, dan penghasilan rakyat. Negara harus bergerak sebelum keadaan semakin memburuk.
🇮🇩 Salam ORI!
ORI Bersatu, ORI Bergerak, ORI Berjuang untuk Rakyat Indonesia.
Sumber data: BMKG—Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian II Agustus 2026 dan BNPB—Perkembangan Situasi Bencana 24 Agustus 2026.