
Pertumbuhan ekonomi harus menghadirkan pekerjaan layak, pemerataan, dan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia.
Jakarta, 30 Agustus 2026 — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,29 persen secara tahunan pada triwulan II-2026. Capaian tersebut menunjukkan adanya perkembangan positif dalam perekonomian nasional.
Namun, pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya menghapus persoalan kesejahteraan. Data BPS menunjukkan bahwa pada Maret 2026 masih terdapat sekitar 22,93 juta penduduk miskin atau 8,07 persen dari jumlah penduduk Indonesia.
Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) mengapresiasi pertumbuhan ekonomi nasional dan penurunan angka kemiskinan. Meskipun demikian, keberhasilan pembangunan tidak boleh hanya diukur melalui angka statistik, tetapi harus terlihat dari perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi harus mampu membuka lapangan pekerjaan yang layak, meningkatkan pendapatan masyarakat, menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok, memperkuat pelaku UMKM, serta memberikan perlindungan sosial yang merata.
Pertumbuhan Harus Dirasakan Rakyat
Di tengah pertumbuhan ekonomi, masih terdapat masyarakat yang menghadapi kesulitan memperoleh pekerjaan, pendapatan yang tidak pasti, ancaman pemutusan hubungan kerja, serta keterbatasan dalam mengakses pelayanan kesehatan dan jaminan sosial.
Bagi ORI, keadaan tersebut harus menjadi perhatian bersama. Pertumbuhan yang tinggi akan kehilangan makna apabila hasilnya belum dirasakan secara adil oleh pekerja, petani, nelayan, pelaku UMKM, masyarakat desa, dan kelompok rentan.
Pembangunan ekonomi harus berorientasi pada kepentingan rakyat. Pemerintah juga perlu memastikan agar setiap kebijakan tidak hanya mendorong investasi dan aktivitas usaha, tetapi sekaligus memberikan perlindungan terhadap hak, pekerjaan, dan masa depan masyarakat.
Enam Seruan ORI
Organisasi Rakyat Indonesia mendorong pemerintah untuk:
- Memperluas lapangan pekerjaan yang layak, produktif, dan berkelanjutan.
- Melindungi pekerja dari PHK sepihak serta praktik kerja yang eksploitatif.
- Menjaga stabilitas harga pangan dan kebutuhan pokok agar tetap terjangkau.
- Memperkuat UMKM, petani, nelayan, serta pekerja sektor informal.
- Memperluas kepesertaan dan manfaat jaminan sosial bagi seluruh pekerja.
- Memastikan pembangunan menjangkau masyarakat desa, wilayah tertinggal, dan kelompok rentan.
ORI menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus menjadi jalan menuju pemerataan dan keadilan sosial. Negara harus memastikan hasil pembangunan tidak hanya terkonsentrasi pada kelompok atau wilayah tertentu, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Ekonomi yang kuat bukan hanya ekonomi yang tumbuh, melainkan ekonomi yang mampu mengangkat kehidupan rakyat.”
Organisasi Rakyat Indonesia akan terus menyerap aspirasi, melakukan pendampingan, dan memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.
ORI Bersatu, ORI Bergerak, ORI Berjuang untuk Rakyat Indonesia!
Sumber data: Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2026 – BPS dan Profil Kemiskinan Maret 2026 – BPS.