Sorry, we're closed Opens Senin at 09:00

Ketahanan Pangan Bukan Sekadar Angka, Manfaat Harus Sampai ke Meja Makan Rakyat

Ketahanan pangan tidak cukup diukur dari seberapa banyak beras dan bahan pangan tersedia di gudang. Ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah kemampuan rakyat memperoleh pangan yang cukup, terjangkau, bergizi, aman, dan berkualitas.

Pemerintah terus menjalankan berbagai program bantuan pangan bagi masyarakat. Namun, efektivitas kebijakan harus dipastikan melalui penyaluran yang tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat jumlah.

Hingga 5 September 2026, penyaluran bantuan pangan beras periode Juli–September dilaporkan baru sekitar 30% dari total penugasan 997.200 ton untuk lebih dari 33 juta penerima.

Angka tersebut menjadi pengingat bahwa kebijakan pangan tidak boleh berhenti pada target administrasi. Kecepatan dan ketepatan distribusi sangat menentukan apakah bantuan benar-benar dirasakan masyarakat.

KEAMANAN PANGAN JUGA HARUS MENJADI PRIORITAS

Pemenuhan pangan dan gizi harus berjalan beriringan dengan standar keamanan, kebersihan, pengawasan, serta kualitas makanan.

Kasus keracunan yang dikaitkan dengan program makan bergizi menjadi pelajaran penting bahwa program pemenuhan gizi harus dilaksanakan dengan sistem pengawasan yang kuat.

Pangan bergizi harus sekaligus pangan yang aman.

ORI MENEGASKAN

“Rakyat tidak hanya membutuhkan makanan.
Rakyat membutuhkan pangan yang cukup, terjangkau, bergizi, dan aman.”

Karena itu, Organisasi Rakyat Indonesia mendorong agar setiap kebijakan pangan benar-benar berorientasi pada kebutuhan rakyat—mulai dari petani sebagai produsen, distribusi yang adil, harga yang terjangkau, hingga makanan yang aman dikonsumsi masyarakat.

JANGAN BIARKAN KEBIJAKAN PANGAN BERHENTI PADA ANGKA DAN PROGRAM.

Pastikan manfaatnya benar-benar sampai ke meja makan rakyat.

ORGANISASI RAKYAT INDONESIA (ORI)
ORI BERSATU • ORI BERGERAK • ORI BERJUANG UNTUK RAKYAT INDONESIA

ORI HADIR UNTUK RAKYAT

Tinggalkan Balasan