Sekjen ORI Tanggapi Wacana Ambang Batas Parlemen 5 Persen

BANJARMASIN, 26 September 2026 — Sekretaris Jenderal Organisasi Rakyat Indonesia (ORI), Ferri Nuzarli, S.E., S.H., menilai wacana ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 5 persen perlu dibahas secara cermat. Pandangan itu disampaikannya dalam wawancara dengan Media Rakyat Indonesia (MRI) di sela pelantikan pengurus DPD ORI Provinsi Kalimantan Selatan.
Menurut Ferri, ambang batas parlemen dapat menjadi salah satu cara untuk mendorong penyederhanaan sistem kepartaian. Parlemen yang lebih terkonsolidasi diharapkan dapat membahas kebijakan dan mengambil keputusan secara efektif, dengan tetap menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah.
Namun, ia mengingatkan bahwa besaran ambang batas tidak boleh ditentukan hanya berdasarkan tujuan penyederhanaan partai. Dampaknya terhadap keterwakilan suara rakyat juga harus menjadi pertimbangan utama.
“Jangan sampai penyederhanaan partai justru membuat aspirasi masyarakat tertentu kehilangan saluran politik,” ujar Ferri.
Ia berpandangan bahwa partai yang memperoleh kursi di DPR perlu memiliki dukungan rakyat yang nyata, organisasi yang kuat, kaderisasi yang baik, serta program yang jelas. Di sisi lain, aturan pemilu harus tetap memberi kesempatan yang adil bagi munculnya kekuatan politik baru.
Terkait usulan angka 5 persen atau lebih, Ferri mendorong DPR dan pemerintah membuka pembahasan yang menyeluruh dan melibatkan berbagai pihak. Penentuan angkanya perlu memperhitungkan dampak terhadap suara pemilih serta mengacu pada Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 116/PUU-XXI/2023, yang mensyaratkan perubahan ketentuan dan besaran ambang batas untuk Pemilu DPR 2029 dan pemilu berikutnya.
“Demokrasi yang kuat bukan hanya ditentukan oleh banyaknya partai di parlemen, tetapi juga oleh kualitas keterwakilan, kualitas kader, dan kemampuan partai memperjuangkan kepentingan rakyat,” kata Ferri.
ORI siap memberikan kontribusi pemikiran agar pembahasan sistem pemilu menghasilkan aturan yang demokratis, efektif, berkeadilan, dan berpihak kepada kepentingan rakyat Indonesia.
Media Rakyat Indonesia — MRI