Sorry, we're closed Opens Senin at 09:00

ASAP MENGANCAM KESEHATAN RAKYAT, NEGARA HARUS BERTINDAK TEGAS!

Jakarta, 17 September 2026 — Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) menyampaikan keprihatinan mendalam atas kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Kalimantan. Kabut asap bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi telah menjadi ancaman nyata terhadap kesehatan, pendidikan, pekerjaan, serta kehidupan ekonomi masyarakat.

Laporan terbaru menyebutkan lebih dari 12,5 juta warga di tujuh provinsi telah terpapar kabut asap. Kasus gangguan pernapasan akibat karhutla juga meningkat tajam, dari 50.891 kasus pada 1 September menjadi 113.336 kasus per 9 September 2026.

Sekretaris Jenderal Organisasi Rakyat Indonesia, Ferri Nuzarli, S.E., S.H., menegaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah harus bergerak cepat melindungi rakyat, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, pekerja lapangan, petani, serta masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan terdampak.

“Rakyat tidak boleh terus-menerus menjadi korban asap. Negara harus hadir dengan tindakan nyata: padamkan api, lindungi kesehatan masyarakat, sediakan air bersih dan tindak tegas setiap pihak yang terbukti membakar hutan dan lahan.”

ORI menyampaikan enam tuntutan:

  1. Mempercepat pemadaman dan penanganan seluruh titik api.
  2. Membagikan masker serta membuka layanan kesehatan dan posko oksigen gratis.
  3. Menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak.
  4. Melindungi petani, buruh, pengemudi, dan pekerja lapangan dari risiko kesehatan.
  5. Membuka informasi kualitas udara dan perkembangan karhutla secara transparan.
  6. Menindak tegas individu maupun korporasi yang terbukti melakukan pembakaran.

ORI juga mengajak seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran yang membahayakan.

Karhutla bukan bencana biasa. Keselamatan rakyat harus menjadi prioritas utama.

ORI Bersatu, ORI Bergerak, ORI Berjuang untuk Rakyat Indonesia.

Tinggalkan Balasan