
RUU KETENAGAKERJAAN: MOMENTUM MEMPERKUAT PERLINDUNGAN PEKERJA INDONESIA
Jakarta, 9 Februari 2026. Pembahasan RUU Ketenagakerjaan menjadi salah satu agenda penting yang perlu mendapat perhatian publik. Regulasi baru di bidang ketenagakerjaan akan memiliki dampak langsung terhadap kehidupan pekerja, dunia usaha, serta hubungan industrial di Indonesia.
Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) memandang proses pembentukan regulasi tersebut harus dilakukan secara terbuka, partisipatif, dan menempatkan kepentingan rakyat sebagai salah satu landasan utama.
Bagi ORI, pekerja bukan sekadar angka dalam statistik ketenagakerjaan. Pekerja adalah bagian penting dari kekuatan ekonomi nasional sekaligus tulang punggung keluarga Indonesia.
Karena itu, pembahasan RUU Ketenagakerjaan harus mampu menjawab berbagai persoalan nyata yang masih dihadapi pekerja, mulai dari kepastian hubungan kerja, pengupahan, outsourcing, jaminan sosial, pemutusan hubungan kerja, hingga perlindungan bagi pekerja dalam perkembangan ekonomi digital.
SUARA PEKERJA HARUS MENJADI BAGIAN DARI PROSES
ORI mendorong agar pemerintah dan DPR membuka ruang dialog yang seluas-luasnya dengan serikat pekerja, organisasi pengusaha, akademisi, serta kelompok masyarakat yang terdampak langsung oleh kebijakan ketenagakerjaan.
Regulasi yang baik bukan hanya menghasilkan aturan yang tertulis dengan rapi, tetapi juga mampu memberikan kepastian, perlindungan dan rasa keadilan bagi mereka yang menjalankannya.
Target penyelesaian pembahasan RUU Ketenagakerjaan pada Oktober 2026 harus menjadi momentum untuk menghasilkan regulasi yang berkualitas, bukan sekadar mengejar batas waktu.
SIKAP ORI
Organisasi Rakyat Indonesia mendorong:
1. Pembahasan dilakukan secara transparan dan partisipatif.
2. Aspirasi pekerja dan serikat pekerja mendapat ruang yang memadai.
3. Perlindungan pekerja diperkuat dalam regulasi baru.
4. Kepastian kerja dan pengupahan yang layak menjadi perhatian utama.
5. Jaminan sosial dan kesejahteraan pekerja terus diperkuat.
6. Regulasi mampu mengikuti perubahan dunia kerja dan ekonomi digital.
7. Hubungan industrial dibangun berdasarkan dialog, keseimbangan dan keadilan.
PESAN ORI UNTUK INDONESIA
Pembangunan ekonomi tidak boleh hanya diukur dari pertumbuhan investasi dan produktivitas. Kualitas pembangunan juga harus terlihat dari bagaimana negara melindungi manusia yang bekerja di dalamnya.
Pekerja yang terlindungi akan menciptakan produktivitas yang lebih baik. Pekerja yang sejahtera akan memperkuat daya beli masyarakat. Dan hubungan industrial yang sehat akan menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
ORI percaya bahwa masa depan ketenagakerjaan Indonesia harus dibangun dengan keberanian untuk mendengar suara pekerja, keterbukaan dalam menyusun kebijakan, dan keberpihakan pada keadilan sosial.
“Jangan hanya membuat aturan untuk pekerja. Dengarkan pekerja ketika aturan itu dibuat.”
ORGANISASI RAKYAT INDONESIA
ORI BERSATU • ORI BERGERAK • ORI BERJUANG UNTUK RAKYAT INDONESIA
ORI HADIR UNTUK RAKYAT.