Sorry, we're closed Opens Senin at 09:00


HARGA PANGAN TERTEKAN, RAKYAT JANGAN DIBIARKAN MENANGGUNG BEBAN SENDIRI


Jakarta,4 September 2026. Kemarau panjang dan masa paceklik kembali menjadi perhatian serius. Kondisi tersebut berpotensi menekan produksi pertanian sekaligus meningkatkan risiko kenaikan harga pangan dan kebutuhan pokok masyarakat.
Pemerintah telah mengambil langkah percepatan bantuan pangan bagi masyarakat rentan sebagai upaya mengantisipasi tekanan harga. Namun, bagi Organisasi Rakyat Indonesia (ORI), kebijakan tersebut harus berjalan beriringan dengan pengawasan distribusi, penguatan cadangan pangan, serta perlindungan terhadap petani dan konsumen.
Pangan bukan sekadar komoditas perdagangan. Pangan adalah kebutuhan dasar dan hak rakyat.
Karena itu, ORI mendorong pemerintah untuk:
– Menjamin ketersediaan beras dan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.
– Memastikan bantuan pangan tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
– Melindungi petani agar memperoleh harga hasil produksi yang layak tanpa menyebabkan konsumen harus menanggung harga yang terlalu tinggi.
– Memperkuat cadangan pangan nasional serta memastikan distribusi berjalan lancar hingga ke daerah terpencil.
– Memperketat pengawasan terhadap praktik penimbunan, permainan distribusi, dan spekulasi yang dapat memperburuk tekanan harga pangan.
ORI menilai bahwa ketahanan pangan tidak cukup hanya diukur dari ketersediaan stok. Negara juga harus memastikan bahwa pangan tersedia, terjangkau, berkualitas, dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.
Kita tidak boleh hanya berbicara tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memastikan bahwa pertumbuhan tersebut benar-benar memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Petani sejahtera.
Konsumen terlindungi.
Pangan tersedia dan terjangkau.


ORI HADIR UNTUK RAKYAT.
ORI BERSATU, ORI BERGERAK, ORI BERJUANG UNTUK RAKYAT INDONESIA.

Tinggalkan Balasan