Sorry, we're closed Opens Senin at 09:00

ORI HARGAI SIKAP KRITIS FATIMAH AZZAHRA: KRITIK MAHASISWA HARUS MENJADI BAHAN EVALUASI KEBIJAKAN

Jakarta β€” Media Rakyat Indonesia. Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) menghargai keberanian Fatimah Azzahra, Wakil Ketua BEM UI 2026, dalam menyampaikan pandangan kritis terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sikap kritis mahasiswa merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi serta kekuatan moral dan intelektual bangsa.

Fatimah Azzahra, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan, menjadi perhatian publik setelah menyampaikan kritik mengenai prioritas pembangunan pemerintah. Salah satu hal yang disorot adalah pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk akses pendidikan dan pembangunan infrastruktur.

ORI menilai kritik tersebut perlu dihargai dan dijadikan bahan evaluasi. Namun, setiap pendapat mengenai kebijakan publik juga harus terus diperkuat dengan data, fakta, argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan, serta alternatif solusi yang konkret.

Sikap Organisasi Rakyat Indonesia

1. Menghargai keberanian mahasiswa menyampaikan kritik

Mahasiswa merupakan bagian penting dari kekuatan moral dan intelektual bangsa. Kritik terhadap pemerintah tidak boleh serta-merta dianggap sebagai bentuk perlawanan, selama disampaikan secara bertanggung jawab, berdasarkan data, dan bertujuan memperjuangkan kepentingan rakyat.

2. Mengapresiasi perhatian terhadap prioritas pembangunan

ORI mengapresiasi kritik Fatimah yang mengingatkan pemerintah agar tetap memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan dasar masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Setiap program pemerintah harus ditempatkan dalam perencanaan pembangunan yang adil dan sesuai dengan kebutuhan rakyat.

3. Tidak mempertentangkan MBG dengan pelayanan dasar

ORI tidak ingin mempertentangkan program Makan Bergizi Gratis dengan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ataupun kebutuhan dasar lainnya. Rakyat membutuhkan seluruh pelayanan tersebut.

Persoalan utamanya adalah memastikan perencanaan, penganggaran, pengawasan, dan pelaksanaan berjalan secara tepat. Program MBG harus dilaksanakan dengan baik tanpa mengurangi kualitas serta anggaran pelayanan dasar lainnya.

4. Menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi

Pemerintah tidak boleh alergi terhadap kritik. Pendapat mahasiswa, akademisi, pekerja, buruh, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat luas harus diterima sebagai masukan untuk memperbaiki kebijakan negara.

Kritik yang disampaikan secara objektif dapat membantu pemerintah mengidentifikasi kekurangan serta mencegah terjadinya kesalahan dalam pelaksanaan program.

5. Mendorong dialog terbuka berbasis data

ORI mendorong pemerintah dan mahasiswa membuka ruang dialog yang sehat, terbuka, dan berbasis data. Perbedaan pandangan tidak seharusnya berubah menjadi serangan pribadi atau tindakan saling merendahkan.

Dialog diperlukan agar pemerintah dapat menjelaskan tujuan dan pelaksanaan kebijakan, sementara mahasiswa serta masyarakat dapat menyampaikan kritik, temuan, dan alternatif solusi.

6. Mengajak mahasiswa terus memperjuangkan kepentingan rakyat

ORI mengajak Fatimah Azzahra dan seluruh mahasiswa Indonesia untuk terus menjalankan fungsi kritis dan memperjuangkan kepentingan rakyat melalui cara-cara yang demokratis, konstitusional, dan bertanggung jawab.

Kritik akan semakin kuat apabila dilengkapi dengan data yang akurat serta solusi yang konkret, terukur, dan dapat dilaksanakan.

Pernyataan Resmi ORI

β€œORI berdiri bersama kepentingan rakyat dan menghargai keberanian mahasiswa menyampaikan kritik terhadap kebijakan negara. Terhadap Fatimah Azzahra sebagai Wakil Ketua BEM UI, ORI memandang sikap kritis mahasiswa sebagai bagian penting dari kehidupan demokrasi. Namun, setiap kritik harus terus dibangun di atas data, fakta, argumentasi, dan solusi.

ORI tidak mempertentangkan program Makan Bergizi Gratis dengan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, maupun kebutuhan dasar rakyat lainnya. Negara wajib memenuhi seluruh hak dasar rakyat secara adil dan berkelanjutan.

Karena itu, ORI mendorong pemerintah membuka ruang dialog dengan mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat untuk memastikan setiap kebijakan direncanakan, diawasi, dan dilaksanakan dengan baik sehingga benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.”

ORI menegaskan bahwa keberhasilan program MBG harus dinilai berdasarkan manfaat nyata, ketepatan sasaran, kualitas makanan, keamanan pelaksanaan, transparansi anggaran, serta kemampuan pemerintah memastikan program tersebut tidak mengurangi pemenuhan hak dasar masyarakat lainnya.

Demokrasi yang sehat membutuhkan pemerintah yang bersedia mendengar dan mahasiswa yang berani mengkritik secara bertanggung jawab. Perbedaan pandangan harus menjadi jalan menuju perbaikan kebijakan, bukan alasan untuk membangun permusuhan.

ORI Bersatu, ORI Bergerak, ORI Berjuang untuk Rakyat Indonesia.

Tinggalkan Balasan